BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
RM masalah dunia, implikasi besar pada negara berkembang
- Angka pengangguran 50-70%
Angka kejadian RM 1-3 %, kriteria :
RM ringan : 80-90%
RM sedang : 12 %
RM berat : 7 %
RM sangat berat : 1%
Retardasi Mental (RM) bukan penyakit. Kita tidak mendapatkan Retardasi Mental dari siapapun. Juga bukan tipe sakit mental seperti depresi. Tidak ada obat untuk Retardasi Mental. Namun, kebanyakan anak dapat belajar untuk melakukan banyak hal. Itu membutuhkan usaha dan waktu lebih dibandingkan yang lain.
MACAM-2 TINGKAT RETARDASI MENTAL SESUAI IQ
• RINGAN 50-70 DEBIL
• SEDANG 35-49 IMBESIL RINGAN
• BERAT 20-34 IMBESIL BERAT
• SANGAT BERAT <>3%
50 70 85 110 130 IQ
25 75
B. TUJUAN
Tujuan umum adalah untuk mengetahui askep pada anak retardasi mental.
Tujuan khusus:
• Untuk mengetahui penyebab terjadinya retardasi mental.
• Untuk mengetahui gejala-gejala yang timbul pada anak retardasi mental.
• Untuk mengetahui bagaimana cara melakukan perawatan pada anak retardsi mental.
C. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan makalah yang berjudul “Retardasi Mental” adalah menggunakan metode deduktif dan induktif yaitu beranjak dari pembahasan tentang hal-hal umum (Deduktif) ke hal-hal khusus (Induktif) yang terkait dengan judul dari makalah yang akan dibuat. Sistematika penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
BAB I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
TUJUAN
SISTEMATIKA PENULISAN
BAB II TINJAUAN TENTANG RETRDASI MENTAL
PENGERTIAN RETRDASI MENTAL
KLASIFIKASI BERDASARKAN GEJALA DAN TINGKAT KECERDASANNYA.
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN PADA RETARDASI MENTAL
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
SARAN
BAB II
TINJAUAN TENTANG RETARDASI MENTAL
A. PENGERTIAN RETARDASI MENTAL
Definisi :
Kemampuan mental yang tidak mencukupi (WHO)
Suatu keadaan yang ditandai dengan fungsi Intelektual berada dibawah normal, timbul pada masa perkembangan/dibawah usia 18 tahun, berakibat lemahnya proses belajar dan adaptasi sosial (D.S.M/Budiman M, 1991)
American Association on Mental Retardation (AAMR) 1992 :
Kelemahan/ketidakmampuan kognitif muncul pada masa kanak-kanak (sbl 18 tahun) ditandai dengan fs. kecerdasan dibawah normal ( IQ 70-75 atau kurang), dan disertai keterbatasan lain pada sedikitnya dua area berikut : berbicara dan berbahasa; ketrampilan merawat diri, ADL; ketrampilan sosial; penggunaan sarana masyarakat; kesehatan dan keamanan; akademik fungsional; bekerja dan rileks, dll.
-
• Menurut Carter CH (dikuitip dari Toback C), retardasi mental adalah suatu kondisi yang ditandai oleh intelegensi yang rendah yang menyebabkan ketidakmampuan individu untuk belajar dan beradaptasi terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang dianggap normal.
• Menurut Melly Budhiman, seseorang dikatakan retardasi mental apabila fungsi intelektualnya dibawah normal, terdapat kendala dalam prilaku adaptif social, serta ada gejala timbul pada masa perkembangannya dibawah usia 18 tahun.
• Retardasi mental adalah apabila jelas terdapat fungsi intelegensi yang rendah yang disertai adanya kendala dalam penyesuaian perilaku dan gejalanya timbul pada masa perkembangan (Crocker AC:1983)
• Menurut kamus psikologi, retardasi mental adalah perlambatan perkembangan mental seseoramg, serta satu kegagalan untuk maju berkembang secara normal di sekolah.
B. KLASIFIKASI RETARDASI MENTAL
1. BERDASARKAN GEJALANYA:
Tipe klinik
Kelainan mental tipe ini merupakan kelainan fisis dari mental yang cukup berat, hal tersebut dikarenakan pleh seringnya terjadi kelainan organic (berupa kelainan kromosom/abnormalitas (penyakit-pemyakit metabolik)). Kebanyakan dari mereka yang mengalami tipe ini perlu perawatan terus menerus dan orang tua dari anak tersebut cepat mencari pertolongan unuk anaknya karena mereka melihat sendiri kelainan yang ada.
Tipe sosio budaya
Retardasi mental tipe ini, pada umumnya mempunyai taraf golongan IQ Boderline dan retardai mental ringan . hal tersebut dikarenakan kurangnya stimulus dari lingkungan sehingga secara bertahap menurunkan IQ yang dengan bersamaan terjadinya maturnasi. Contoh retardasi mental pada tipe ini, dapat dilihat dari beberapa kali gagalnya seseorang anak naik kelas. Dan biasanya hal itu, baru diketahui setelah anak masuk sekolah dan ternyata tidak dapat mengikuti pelajaran.
Retardasi mental tipe ini, pada dasarnya tampak seperti anak yang normal, sehingga dapat disebut Retardasi Enam jam. Karena begitu mereka kelar sekolah mereka dapat bermain seperti anak yang normal lainnya. Tipe ini kebanyakan barasal dari golongan ekonomi rendah sehingga orang tua tidak dapat melihat adanya kelainan pada anaknya, dan mereka baru mengetahui dari guru atau dari psikolog.
2. BERDASARKAN GOLONGAN KECERDASANNYA:
RM Berat RM Sangat berat
Taraf IQ 20-34 <>21 tahun) • Keterampilan sosial dan pekerjaan yang cukup untuk mencari nafkah (tapi perlu bimbingan dan bantuan bila mengalami stres sosial atau ekonomi yang luar biasa • Dapat mencari bafkah dengan pekerjaan kasar (unskill) dalam keadaan terlindung
• Perlu pengawasan, bimbingan, bantuan bila stres sosial dan ekonomi yang ringan
RM Ringan RM Sedang
Taraf IQ 50-70 35-49
Usia mental yang dapat di capai • Maksimal usia 11-12 tahun • Maksimal usia 7-8 tahun
Etilogi • Sering karena deprivasi psikososial • Deprivasi psikososial, abnormal biologic
Cirri-ciri:pada usia prasekolah (0-5 thn) • Sering tidak dapat dibedakan dengan anak normal • Dapat bicara /berkomunikasi
• Kesadaran social kurang
• Perkembangan motorik cukup
RM Ringan RM sedang
Patokan pendidikan • Dapat dididik & dilatih (di SLB/C)
• ~ kelas 6 SD
• Dapat mencari nafkah sederhana dengan baik • Dapat dididik (di SLB/C)
• ~kelas 3 SD
• Dapat mencari nafkah dengan pekerjaan kasar
C. ETIOLOGI
Faktor prekonsepsi : kelainan kromosom (trisomi 21/Down syndrom)
Faktor prenatal : kelainan petumbuhan otak selama kehamilan (infeksi, zat teratogen dan toxin, disfungsi plasenta)
Faktor perinatal : prematuritas, perdarahan intrakranial, asphyxia neonatorum, dll
Faktor postnatal : infeksi, trauma, gangguan metabolik/hipoglikemia, malnutrisi
Non organik
Kemiskinan dan keluarga tidak harmonis
Sosial kultural
Interaksi anak kurang
Penelantaran anak
o 25% kasus, faktor penyebabnya adalah factor biologic
Tingkatan retardasi mental yang ditimbulkannya adalah:
sedang hingga berat IQ < 50 o 75% kasus, penyebabnya tidak ditemukan factor biologic, tapi factor psikososial tingkat retardasi mentalnya: ringan IQ 50-70 Diagnosa ditegakkan setelah masuk sekolah D. PENCEGAHAN – Imunisasi bagi anak dan ibu sebelum kehamilan – Konseling perkawinan – Pemeriksaan kehamilan rutin – Nutrisi yang baik – Persalinan oleh tenaga kesehatan – Memperbaiki sanitasi dan gizi keluarga – Pendidikan kesehatan mengenai pola hidup sehat – Program mengentaskan kemiskinan, dll BAB III ASUHAN KEPERAWATAN PADA RETARDASI MENTAL PROSES KEPERAWATAN PENGKAJIAN : • Tanda dan gejala : - Mengenali sindrom seperti adanya DW atau mikrosepali - Adanya kegagalan perkembangan yang merupakan indikator RM seperti anak RM berat biasanya mengalami kegagalan perkembangan pada tahun pertama kehidupannya, terutama psikomotor; RM sedang memperlihatkan penundaan pada kemampuan bahasa dan bicara, dengan kemampuan motorik normal-lambat, biasanya terjadi pada usia 2-3 tahun; RM ringan biasanya terjadi pada usia sekolah dengan memperlihatkan kegagalan anak untuk mencapai kinerja yang diharapkan. - Gangguan neurologis yang progresif Pemeriksaan fisik : Kepala : Mikro/makrosepali, plagiosepali (bentuk kepala tdk simetris) Rambut : Pusar ganda, rambut jarang/tidak ada, halus, mudah putus dan cepat berubah Mata : mikroftalmia, juling, nistagmus, dll Hidung : jembatan/punggung hidung mendatar, ukuran kecil, cuping melengkung ke atas, dll Mulut : bentuk “V” yang terbalik dari bibir atas, langit-langit lebar/melengkung tinggi Geligi : odontogenesis yang tidak normal Telinga : keduanya letak rendah; dll Muka : panjang filtrum yang bertambah, hipoplasia Leher : pendek; tidak mempunyai kemampuan gerak sempurna Tangan : jari pendek dan tegap atau panjang kecil meruncing, ibujari gemuk dan lebar, klinodaktil, dll Dada & Abdomen : terdapat beberapa putting, buncit, dll Genitalia : mikropenis, testis tidak turun, dll Kaki : jari kaki saling tumpang tindih, panjang dan tegap/panjang kecil meruncing diujungnya, lebar, besar, gemuk • Tingkatan/klasifikasi RM (APA dan Kaplan; Sadock dan Grebb, 1994) - Ringan ( IQ 52-69; umur mental 8-12 tahun) Karakteristik : a. Usia presekolah tidak tampak sebagai anak RM, tetapi terlambat dalam kemampuan berjalan, bicara , makan sendiri, dll b. Usia sekolah, dapat melakukan ketrampilan, membaca dan aritmatik dengan pendidikan khusus, diarahkan pada kemampuan aktivitas sosial. c. Usia dewasa, melakukan ketrampilan sosial dan vokasional, diperbolehkan menikah tidak dianjurkan memiliki anak. Ketrampilan psikomotor tidak berpengaruh kecuali koordinasi. - Sedang ( IQ 35- 40 hingga 50 - 55; umur mental 3 - 7 tahun) Karakteristik : a. Usia presekolah, kelambatan terlihat pada perkembangan motorik, terutama bicara, respon saat belajar dan perawatan diri. b. Usia sekolah, dapat mempelajari komunikasi sederhana, dasar kesehatan, perilaku aman, serta ketrampilan mulai sederhana, Tidak ada kemampuan membaca dan berhitung. c. Usia dewasa, melakukan aktivitas latihan tertentu, berpartisipasi dalam rekreasi, dapat melakukan perjalanan sendiri ke tempat yang dikenal, tidak bisa membiayai sendiri. - Berat ( IQ 20-25 s.d. 35-40; umur mental < 3 tahun) Karakteristik : a. Usia prasekolah kelambatan nyata pada perkembangan motorik, kemampuan komunikasi sedikit bahkan tidak ada, bisa berespon dalam perawatan diri tingkat dasar seperti makan. b. Usia sekolah, gangguan spesifik dalam kemampuan berjalan, memahami sejumlah komunikasi/berespon, membantu bila dilatih sistematis. c. Usia dewasa, melakukan kegiatan rutin dan aktivitas berulang, perlu arahan berkelanjutan dan protektif lingkungan, kemampuan bicara minimal, menggunakan gerak tubuh. - Sangat Berat ( IQ dibawah 20-25; umur mental seperti bayi) Karakteristik : a. Usia prasekolah retardasi mencolok, fs. Sensorimotor minimal, butuh perawatan total. b. Usia sekolah, kelambatan nyata di semua area perkembangan, memperlihatkan respon emosional dasar, ketrampilan latihan kaki, tangan dan rahang. Butuh pengawas pribadi. Usia mental bayi muda. c. Usia dewasa, mungkin bisa berjalan, butuh perawatan total, biasanya diikuti dengan kelainan fisik. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan kromosom Pemeriksaan urin, serum atau titer virus Test diagnostik seperti : EEG, CT Scan untuk identifikasi abnormalitas perkembangan jaringan otak, injury jaringan otak atau trauma yang mengakibatkan perubahan. 1. Diagnosa keperawatan Perubahan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan kerusakan fungsi kognitf. Sasaran pasien 1. Pasien mencapai potensi pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Intervensi keperawatan / rasional. Libatkan anak dan keluarga dalam program stimulasi dini pada bayii untuk membantu memaksimalkan perkembangan anak. Kaji kemajuan perkembangan anak dengan interval regular, buat catatan yang terperinci untuk membedakan perubahan fungsi samar sehingga rencana perawatan dapat diperbaiki sesuai kebutuhan. Bantu keluarga menyusun tujuan yang realitas untuk anak, untuk mendorong keberhasilan pencapaian sasaran dan harga diri. Berikan penguatan positif / tugas-tugas khusus untuk perilaku anak karena hal ini dapat memperbaiki motivasi dan pembelajaran. Dorong untuk mempelajari ketrampilan perawatan diri segera setelah anak mencapai kesiapan. Kuatkan aktivitas diri untuk menfasilitasi perkembangan yang optimal. Dorong keluarga untuk mencari tahu program khusus perawatan sehari dan kelas-kelas pendidikan segera. Tekankan bahwa anak mempunyai kebutuhan yang sama dengan anak lain. Sebelum remaja, berikan penyuluhan pada anak dan orang tua tentang maturasi fisik, perilaku seksual, perkawinan dan keluarga. Dorong pelatihan optimal. hasil yang ingin dicapai Anak dan keluarga aktif terlibat dalam progra stimulai bayi. Keluarga menerapkan konsep-konsep dan melanjutkan aktivitas perawatan anak di rumah. Anak melakukan aktivitas hidup sehari-hari pada kapasitas optimal. keluarga mencari tahu tentang program pendidikan. Penyusunan batasan yang tepat, reaksi-reaksi kesempatan social dapat diberikan. Isu-isu remaja digali dengan tepat. Sasaran pasien 2 Pasien mencapai sosialisasi yang optimal. Intervensi keperawatan / rasional. Tekankan anak mempunyai kebutuhan untuk bersosialisasai sepertii anak-anak yang lain. Dorong keluarga intuk mengajarkan anak perilaku yang sopan dan santun. Anjurkan berdandan dan berpakaian sesuai dengan usia. Anjurkan program yang berhubungan dengan teman sebaya dan pengalaman. Berikan pada remaja informasi praktik sosial dan kode prilaku yang kongkrit dan terdefinisi dengan baik, karena kemudahan persuasi anak dan kurangnya penilaian dapat membuat anak nerada pada resiko berbahaya. Hasil yang diharapkan. Anak berprilaku dengan cara yang dapat diterima secara sosial. Anak mempunyai hubungan dan pengalaman dengan taman sebaya. Anak tidak mengalami isolasi sosial. 2. diagnosa keperawatan. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan mempunyai anak yang menderita retardasi mental. Sasaran pasien (keluarga) Pasien (keluarga) mendapat dukungan yang adekuat. Intervensi keperawatan / rasional. Berikan informasi pada keluarga sesegera mungkin pada saat atau setelah kelahiran. Ajak kedua orang tua untuk hadir pada kpnferensi pemberian informasi. Bila mungkin, berikan informasi tertulis pada keluarga tentang kondisii anak. Diskusikan dengan anggota keluarga tentang manfaat dari perawatan dirumah, beri kesempatan pada mereka untuk menyeldiki semua alternatif residensial sebelummembuat keputusan. Dorong keluarga untuk bertemu dengan keluarga lain yang mempunyai masalah yang sama sehingga mereka dapat menerima dukungan tambahan. Dengan memberikan jawaban definitif tentang derajat retardasi anak, tekeankan potensi kemampuan belajar anak terutam dengan intervensi mendorong harapan. Tujuan penerimaan terhadap anak melalui perilaku sendiri karena orang tua sensitif pada perilaku efektif proposional. Tekankan karakteristik normal anak untuk membantu keluarga melihat anak sebagai individu dengan kekuatan serta kelemahannya masing-masing. Dorong anggota keluarga untuk mengekspresikan perasaan dan kekhawatiran karena hal itu merupakan bagian dari proses adaptasi. Hasil yang diharapkan Keluarga mengekspresikan perasaan dan kekhawatiran mengenai kelahiran anak dengan retardasi mental dan impikasinya. Anggota keluarga membuat keputusan yang realistik berdasarkan kebutuhan dan kemampuan mereka. Anggota keluarga menunjukan penerimaan terhadap anak. DIAGNOSIS KEPERAWATAN : Gangguan komunikasi verbal b.d kelainan fungsi kognitif Risiko cedera b.d. perilaku agresif/ketidakseimbangan mobilitas fisik Gangguan interaksi sosial b.d. kesulitan bicara /kesulitan adaptasi sosial Defisit perawatan diri b.d. perubahan mobilitas fisik/kurangnya kematangan perkembangan INTERVENSI : 1. Kaji faktor penyebab gangguan perkembangan anak 2. Identifikasi dan gunakan sumber pendidikan untuk memfasilitasi perkembangan anak yang optimal. 3. Berikan perawatan yang konsisten 4. Tingkatkan komunikasi verbal dan stimulasi taktil 5. Berikan intruksi berulang dan sederhana 6. Berikan reinforcement positif atas hasil yang dicapai anak 7. Dorong anak melakukan perawatan sendiri 8. Manajemen perilaku anak yang sulit 9. Dorong anak melakukan sosialisasi dengan kelompok 10. Ciptakan lingkungan yang aman PENDIDIKAN PADA ORANGTUA : 1. Perkembangan anak untuk tiap tahap usia 2. Dukung keterlibatan orangtua dalam perawatan anak 3. Bimbingan antisipasi dan manajemen menghadapi perilaku anak yang sulit 4. Informasikan sarana pendidikan yang ada dan kelompok, dll HASIL YANG DIHARAPKAN : - Anak berfungsi Optimal sesuai tingkatannya - Keluarga dan anak mampu menggunakan koping terhadaptantangan karena adanya ketidakmampuan - Keluarga mampu mendapatkan sumber-sumber sarana komunitas BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan: Retardasi mental adalah bentuk gangguan atau kekacauan fungsi mental atau kesehatan mental yang disebabkan oleh kegagalan mereaksinya mekanisme adaptasi dari fungsi-fungsi kejiwaan terhadap stimulus eksteren dan ketegangan-ketegangan sehingga muncul gangguan fungsi atau gangguan struktur dari suatu bagian, satu organ, atau sistem kejiwaan mental. Retardasi mental bisa saja terjadi pada setiap individu / manusia karena adanya faktor-faktor dari dalam maupun dari luar, gejala yang ditimbulkan pada penderita retardasi mental umumnya rasa cemas, takut, halusinasi serta delusi yang besar. Saran: a) Disarankan kepada para ibu agar memperhatikan kesehatan dirinya seperti memperhatikan gizi, hati-hati mengkonsumsi obat-obatan dan mengurangi kebiasaan buruk seperti: minum-minuman keras dan merokok. b) Pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan perlu melakukan langkah prepentif guna menanggulangi gangguan mental yang dapat membahayakan kesehatan anak dan remaja caranya yaitu dengan menggalakkan penyuluhan tentang retardasi mental kepada masyarakat. DAFTAR PUSTAKA www.google.com/asuhan/keperawatan/pada...............................(23desember2008) www.medicalstudent.com/...............(25desember2008) Wong, Donna L.2003. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. EGC:Jakarta. ://idmg04/retardasi-mental-rm/ http://idmgarut.wordpress.com/2009/02/04/retardasi-mental-rm/
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
RM masalah dunia, implikasi besar pada negara berkembang
- Angka pengangguran 50-70%
Angka kejadian RM 1-3 %, kriteria :
RM ringan : 80-90%
RM sedang : 12 %
RM berat : 7 %
RM sangat berat : 1%
Retardasi Mental (RM) bukan penyakit. Kita tidak mendapatkan Retardasi Mental dari siapapun. Juga bukan tipe sakit mental seperti depresi. Tidak ada obat untuk Retardasi Mental. Namun, kebanyakan anak dapat belajar untuk melakukan banyak hal. Itu membutuhkan usaha dan waktu lebih dibandingkan yang lain.
MACAM-2 TINGKAT RETARDASI MENTAL SESUAI IQ
• RINGAN 50-70 DEBIL
• SEDANG 35-49 IMBESIL RINGAN
• BERAT 20-34 IMBESIL BERAT
• SANGAT BERAT <>3%
50 70 85 110 130 IQ
25 75
B. TUJUAN
Tujuan umum adalah untuk mengetahui askep pada anak retardasi mental.
Tujuan khusus:
• Untuk mengetahui penyebab terjadinya retardasi mental.
• Untuk mengetahui gejala-gejala yang timbul pada anak retardasi mental.
• Untuk mengetahui bagaimana cara melakukan perawatan pada anak retardsi mental.
C. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan makalah yang berjudul “Retardasi Mental” adalah menggunakan metode deduktif dan induktif yaitu beranjak dari pembahasan tentang hal-hal umum (Deduktif) ke hal-hal khusus (Induktif) yang terkait dengan judul dari makalah yang akan dibuat. Sistematika penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
BAB I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
TUJUAN
SISTEMATIKA PENULISAN
BAB II TINJAUAN TENTANG RETRDASI MENTAL
PENGERTIAN RETRDASI MENTAL
KLASIFIKASI BERDASARKAN GEJALA DAN TINGKAT KECERDASANNYA.
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN PADA RETARDASI MENTAL
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
SARAN
BAB II
TINJAUAN TENTANG RETARDASI MENTAL
A. PENGERTIAN RETARDASI MENTAL
Definisi :
Kemampuan mental yang tidak mencukupi (WHO)
Suatu keadaan yang ditandai dengan fungsi Intelektual berada dibawah normal, timbul pada masa perkembangan/dibawah usia 18 tahun, berakibat lemahnya proses belajar dan adaptasi sosial (D.S.M/Budiman M, 1991)
American Association on Mental Retardation (AAMR) 1992 :
Kelemahan/ketidakmampuan kognitif muncul pada masa kanak-kanak (sbl 18 tahun) ditandai dengan fs. kecerdasan dibawah normal ( IQ 70-75 atau kurang), dan disertai keterbatasan lain pada sedikitnya dua area berikut : berbicara dan berbahasa; ketrampilan merawat diri, ADL; ketrampilan sosial; penggunaan sarana masyarakat; kesehatan dan keamanan; akademik fungsional; bekerja dan rileks, dll.
-
• Menurut Carter CH (dikuitip dari Toback C), retardasi mental adalah suatu kondisi yang ditandai oleh intelegensi yang rendah yang menyebabkan ketidakmampuan individu untuk belajar dan beradaptasi terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang dianggap normal.
• Menurut Melly Budhiman, seseorang dikatakan retardasi mental apabila fungsi intelektualnya dibawah normal, terdapat kendala dalam prilaku adaptif social, serta ada gejala timbul pada masa perkembangannya dibawah usia 18 tahun.
• Retardasi mental adalah apabila jelas terdapat fungsi intelegensi yang rendah yang disertai adanya kendala dalam penyesuaian perilaku dan gejalanya timbul pada masa perkembangan (Crocker AC:1983)
• Menurut kamus psikologi, retardasi mental adalah perlambatan perkembangan mental seseoramg, serta satu kegagalan untuk maju berkembang secara normal di sekolah.
B. KLASIFIKASI RETARDASI MENTAL
1. BERDASARKAN GEJALANYA:
Tipe klinik
Kelainan mental tipe ini merupakan kelainan fisis dari mental yang cukup berat, hal tersebut dikarenakan pleh seringnya terjadi kelainan organic (berupa kelainan kromosom/abnormalitas (penyakit-pemyakit metabolik)). Kebanyakan dari mereka yang mengalami tipe ini perlu perawatan terus menerus dan orang tua dari anak tersebut cepat mencari pertolongan unuk anaknya karena mereka melihat sendiri kelainan yang ada.
Tipe sosio budaya
Retardasi mental tipe ini, pada umumnya mempunyai taraf golongan IQ Boderline dan retardai mental ringan . hal tersebut dikarenakan kurangnya stimulus dari lingkungan sehingga secara bertahap menurunkan IQ yang dengan bersamaan terjadinya maturnasi. Contoh retardasi mental pada tipe ini, dapat dilihat dari beberapa kali gagalnya seseorang anak naik kelas. Dan biasanya hal itu, baru diketahui setelah anak masuk sekolah dan ternyata tidak dapat mengikuti pelajaran.
Retardasi mental tipe ini, pada dasarnya tampak seperti anak yang normal, sehingga dapat disebut Retardasi Enam jam. Karena begitu mereka kelar sekolah mereka dapat bermain seperti anak yang normal lainnya. Tipe ini kebanyakan barasal dari golongan ekonomi rendah sehingga orang tua tidak dapat melihat adanya kelainan pada anaknya, dan mereka baru mengetahui dari guru atau dari psikolog.
2. BERDASARKAN GOLONGAN KECERDASANNYA:
RM Berat RM Sangat berat
Taraf IQ 20-34 <>21 tahun) • Keterampilan sosial dan pekerjaan yang cukup untuk mencari nafkah (tapi perlu bimbingan dan bantuan bila mengalami stres sosial atau ekonomi yang luar biasa • Dapat mencari bafkah dengan pekerjaan kasar (unskill) dalam keadaan terlindung
• Perlu pengawasan, bimbingan, bantuan bila stres sosial dan ekonomi yang ringan
RM Ringan RM Sedang
Taraf IQ 50-70 35-49
Usia mental yang dapat di capai • Maksimal usia 11-12 tahun • Maksimal usia 7-8 tahun
Etilogi • Sering karena deprivasi psikososial • Deprivasi psikososial, abnormal biologic
Cirri-ciri:pada usia prasekolah (0-5 thn) • Sering tidak dapat dibedakan dengan anak normal • Dapat bicara /berkomunikasi
• Kesadaran social kurang
• Perkembangan motorik cukup
RM Ringan RM sedang
Patokan pendidikan • Dapat dididik & dilatih (di SLB/C)
• ~ kelas 6 SD
• Dapat mencari nafkah sederhana dengan baik • Dapat dididik (di SLB/C)
• ~kelas 3 SD
• Dapat mencari nafkah dengan pekerjaan kasar
C. ETIOLOGI
Faktor prekonsepsi : kelainan kromosom (trisomi 21/Down syndrom)
Faktor prenatal : kelainan petumbuhan otak selama kehamilan (infeksi, zat teratogen dan toxin, disfungsi plasenta)
Faktor perinatal : prematuritas, perdarahan intrakranial, asphyxia neonatorum, dll
Faktor postnatal : infeksi, trauma, gangguan metabolik/hipoglikemia, malnutrisi
Non organik
Kemiskinan dan keluarga tidak harmonis
Sosial kultural
Interaksi anak kurang
Penelantaran anak
o 25% kasus, faktor penyebabnya adalah factor biologic
Tingkatan retardasi mental yang ditimbulkannya adalah:
sedang hingga berat IQ < 50 o 75% kasus, penyebabnya tidak ditemukan factor biologic, tapi factor psikososial tingkat retardasi mentalnya: ringan IQ 50-70 Diagnosa ditegakkan setelah masuk sekolah D. PENCEGAHAN – Imunisasi bagi anak dan ibu sebelum kehamilan – Konseling perkawinan – Pemeriksaan kehamilan rutin – Nutrisi yang baik – Persalinan oleh tenaga kesehatan – Memperbaiki sanitasi dan gizi keluarga – Pendidikan kesehatan mengenai pola hidup sehat – Program mengentaskan kemiskinan, dll BAB III ASUHAN KEPERAWATAN PADA RETARDASI MENTAL PROSES KEPERAWATAN PENGKAJIAN : • Tanda dan gejala : - Mengenali sindrom seperti adanya DW atau mikrosepali - Adanya kegagalan perkembangan yang merupakan indikator RM seperti anak RM berat biasanya mengalami kegagalan perkembangan pada tahun pertama kehidupannya, terutama psikomotor; RM sedang memperlihatkan penundaan pada kemampuan bahasa dan bicara, dengan kemampuan motorik normal-lambat, biasanya terjadi pada usia 2-3 tahun; RM ringan biasanya terjadi pada usia sekolah dengan memperlihatkan kegagalan anak untuk mencapai kinerja yang diharapkan. - Gangguan neurologis yang progresif Pemeriksaan fisik : Kepala : Mikro/makrosepali, plagiosepali (bentuk kepala tdk simetris) Rambut : Pusar ganda, rambut jarang/tidak ada, halus, mudah putus dan cepat berubah Mata : mikroftalmia, juling, nistagmus, dll Hidung : jembatan/punggung hidung mendatar, ukuran kecil, cuping melengkung ke atas, dll Mulut : bentuk “V” yang terbalik dari bibir atas, langit-langit lebar/melengkung tinggi Geligi : odontogenesis yang tidak normal Telinga : keduanya letak rendah; dll Muka : panjang filtrum yang bertambah, hipoplasia Leher : pendek; tidak mempunyai kemampuan gerak sempurna Tangan : jari pendek dan tegap atau panjang kecil meruncing, ibujari gemuk dan lebar, klinodaktil, dll Dada & Abdomen : terdapat beberapa putting, buncit, dll Genitalia : mikropenis, testis tidak turun, dll Kaki : jari kaki saling tumpang tindih, panjang dan tegap/panjang kecil meruncing diujungnya, lebar, besar, gemuk • Tingkatan/klasifikasi RM (APA dan Kaplan; Sadock dan Grebb, 1994) - Ringan ( IQ 52-69; umur mental 8-12 tahun) Karakteristik : a. Usia presekolah tidak tampak sebagai anak RM, tetapi terlambat dalam kemampuan berjalan, bicara , makan sendiri, dll b. Usia sekolah, dapat melakukan ketrampilan, membaca dan aritmatik dengan pendidikan khusus, diarahkan pada kemampuan aktivitas sosial. c. Usia dewasa, melakukan ketrampilan sosial dan vokasional, diperbolehkan menikah tidak dianjurkan memiliki anak. Ketrampilan psikomotor tidak berpengaruh kecuali koordinasi. - Sedang ( IQ 35- 40 hingga 50 - 55; umur mental 3 - 7 tahun) Karakteristik : a. Usia presekolah, kelambatan terlihat pada perkembangan motorik, terutama bicara, respon saat belajar dan perawatan diri. b. Usia sekolah, dapat mempelajari komunikasi sederhana, dasar kesehatan, perilaku aman, serta ketrampilan mulai sederhana, Tidak ada kemampuan membaca dan berhitung. c. Usia dewasa, melakukan aktivitas latihan tertentu, berpartisipasi dalam rekreasi, dapat melakukan perjalanan sendiri ke tempat yang dikenal, tidak bisa membiayai sendiri. - Berat ( IQ 20-25 s.d. 35-40; umur mental < 3 tahun) Karakteristik : a. Usia prasekolah kelambatan nyata pada perkembangan motorik, kemampuan komunikasi sedikit bahkan tidak ada, bisa berespon dalam perawatan diri tingkat dasar seperti makan. b. Usia sekolah, gangguan spesifik dalam kemampuan berjalan, memahami sejumlah komunikasi/berespon, membantu bila dilatih sistematis. c. Usia dewasa, melakukan kegiatan rutin dan aktivitas berulang, perlu arahan berkelanjutan dan protektif lingkungan, kemampuan bicara minimal, menggunakan gerak tubuh. - Sangat Berat ( IQ dibawah 20-25; umur mental seperti bayi) Karakteristik : a. Usia prasekolah retardasi mencolok, fs. Sensorimotor minimal, butuh perawatan total. b. Usia sekolah, kelambatan nyata di semua area perkembangan, memperlihatkan respon emosional dasar, ketrampilan latihan kaki, tangan dan rahang. Butuh pengawas pribadi. Usia mental bayi muda. c. Usia dewasa, mungkin bisa berjalan, butuh perawatan total, biasanya diikuti dengan kelainan fisik. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan kromosom Pemeriksaan urin, serum atau titer virus Test diagnostik seperti : EEG, CT Scan untuk identifikasi abnormalitas perkembangan jaringan otak, injury jaringan otak atau trauma yang mengakibatkan perubahan. 1. Diagnosa keperawatan Perubahan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan kerusakan fungsi kognitf. Sasaran pasien 1. Pasien mencapai potensi pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Intervensi keperawatan / rasional. Libatkan anak dan keluarga dalam program stimulasi dini pada bayii untuk membantu memaksimalkan perkembangan anak. Kaji kemajuan perkembangan anak dengan interval regular, buat catatan yang terperinci untuk membedakan perubahan fungsi samar sehingga rencana perawatan dapat diperbaiki sesuai kebutuhan. Bantu keluarga menyusun tujuan yang realitas untuk anak, untuk mendorong keberhasilan pencapaian sasaran dan harga diri. Berikan penguatan positif / tugas-tugas khusus untuk perilaku anak karena hal ini dapat memperbaiki motivasi dan pembelajaran. Dorong untuk mempelajari ketrampilan perawatan diri segera setelah anak mencapai kesiapan. Kuatkan aktivitas diri untuk menfasilitasi perkembangan yang optimal. Dorong keluarga untuk mencari tahu program khusus perawatan sehari dan kelas-kelas pendidikan segera. Tekankan bahwa anak mempunyai kebutuhan yang sama dengan anak lain. Sebelum remaja, berikan penyuluhan pada anak dan orang tua tentang maturasi fisik, perilaku seksual, perkawinan dan keluarga. Dorong pelatihan optimal. hasil yang ingin dicapai Anak dan keluarga aktif terlibat dalam progra stimulai bayi. Keluarga menerapkan konsep-konsep dan melanjutkan aktivitas perawatan anak di rumah. Anak melakukan aktivitas hidup sehari-hari pada kapasitas optimal. keluarga mencari tahu tentang program pendidikan. Penyusunan batasan yang tepat, reaksi-reaksi kesempatan social dapat diberikan. Isu-isu remaja digali dengan tepat. Sasaran pasien 2 Pasien mencapai sosialisasi yang optimal. Intervensi keperawatan / rasional. Tekankan anak mempunyai kebutuhan untuk bersosialisasai sepertii anak-anak yang lain. Dorong keluarga intuk mengajarkan anak perilaku yang sopan dan santun. Anjurkan berdandan dan berpakaian sesuai dengan usia. Anjurkan program yang berhubungan dengan teman sebaya dan pengalaman. Berikan pada remaja informasi praktik sosial dan kode prilaku yang kongkrit dan terdefinisi dengan baik, karena kemudahan persuasi anak dan kurangnya penilaian dapat membuat anak nerada pada resiko berbahaya. Hasil yang diharapkan. Anak berprilaku dengan cara yang dapat diterima secara sosial. Anak mempunyai hubungan dan pengalaman dengan taman sebaya. Anak tidak mengalami isolasi sosial. 2. diagnosa keperawatan. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan mempunyai anak yang menderita retardasi mental. Sasaran pasien (keluarga) Pasien (keluarga) mendapat dukungan yang adekuat. Intervensi keperawatan / rasional. Berikan informasi pada keluarga sesegera mungkin pada saat atau setelah kelahiran. Ajak kedua orang tua untuk hadir pada kpnferensi pemberian informasi. Bila mungkin, berikan informasi tertulis pada keluarga tentang kondisii anak. Diskusikan dengan anggota keluarga tentang manfaat dari perawatan dirumah, beri kesempatan pada mereka untuk menyeldiki semua alternatif residensial sebelummembuat keputusan. Dorong keluarga untuk bertemu dengan keluarga lain yang mempunyai masalah yang sama sehingga mereka dapat menerima dukungan tambahan. Dengan memberikan jawaban definitif tentang derajat retardasi anak, tekeankan potensi kemampuan belajar anak terutam dengan intervensi mendorong harapan. Tujuan penerimaan terhadap anak melalui perilaku sendiri karena orang tua sensitif pada perilaku efektif proposional. Tekankan karakteristik normal anak untuk membantu keluarga melihat anak sebagai individu dengan kekuatan serta kelemahannya masing-masing. Dorong anggota keluarga untuk mengekspresikan perasaan dan kekhawatiran karena hal itu merupakan bagian dari proses adaptasi. Hasil yang diharapkan Keluarga mengekspresikan perasaan dan kekhawatiran mengenai kelahiran anak dengan retardasi mental dan impikasinya. Anggota keluarga membuat keputusan yang realistik berdasarkan kebutuhan dan kemampuan mereka. Anggota keluarga menunjukan penerimaan terhadap anak. DIAGNOSIS KEPERAWATAN : Gangguan komunikasi verbal b.d kelainan fungsi kognitif Risiko cedera b.d. perilaku agresif/ketidakseimbangan mobilitas fisik Gangguan interaksi sosial b.d. kesulitan bicara /kesulitan adaptasi sosial Defisit perawatan diri b.d. perubahan mobilitas fisik/kurangnya kematangan perkembangan INTERVENSI : 1. Kaji faktor penyebab gangguan perkembangan anak 2. Identifikasi dan gunakan sumber pendidikan untuk memfasilitasi perkembangan anak yang optimal. 3. Berikan perawatan yang konsisten 4. Tingkatkan komunikasi verbal dan stimulasi taktil 5. Berikan intruksi berulang dan sederhana 6. Berikan reinforcement positif atas hasil yang dicapai anak 7. Dorong anak melakukan perawatan sendiri 8. Manajemen perilaku anak yang sulit 9. Dorong anak melakukan sosialisasi dengan kelompok 10. Ciptakan lingkungan yang aman PENDIDIKAN PADA ORANGTUA : 1. Perkembangan anak untuk tiap tahap usia 2. Dukung keterlibatan orangtua dalam perawatan anak 3. Bimbingan antisipasi dan manajemen menghadapi perilaku anak yang sulit 4. Informasikan sarana pendidikan yang ada dan kelompok, dll HASIL YANG DIHARAPKAN : - Anak berfungsi Optimal sesuai tingkatannya - Keluarga dan anak mampu menggunakan koping terhadaptantangan karena adanya ketidakmampuan - Keluarga mampu mendapatkan sumber-sumber sarana komunitas BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan: Retardasi mental adalah bentuk gangguan atau kekacauan fungsi mental atau kesehatan mental yang disebabkan oleh kegagalan mereaksinya mekanisme adaptasi dari fungsi-fungsi kejiwaan terhadap stimulus eksteren dan ketegangan-ketegangan sehingga muncul gangguan fungsi atau gangguan struktur dari suatu bagian, satu organ, atau sistem kejiwaan mental. Retardasi mental bisa saja terjadi pada setiap individu / manusia karena adanya faktor-faktor dari dalam maupun dari luar, gejala yang ditimbulkan pada penderita retardasi mental umumnya rasa cemas, takut, halusinasi serta delusi yang besar. Saran: a) Disarankan kepada para ibu agar memperhatikan kesehatan dirinya seperti memperhatikan gizi, hati-hati mengkonsumsi obat-obatan dan mengurangi kebiasaan buruk seperti: minum-minuman keras dan merokok. b) Pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan perlu melakukan langkah prepentif guna menanggulangi gangguan mental yang dapat membahayakan kesehatan anak dan remaja caranya yaitu dengan menggalakkan penyuluhan tentang retardasi mental kepada masyarakat. DAFTAR PUSTAKA www.google.com/asuhan/keperawatan/pada...............................(23desember2008) www.medicalstudent.com/...............(25desember2008) Wong, Donna L.2003. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. EGC:Jakarta. ://idmg04/retardasi-mental-rm/ http://idmgarut.wordpress.com/2009/02/04/retardasi-mental-rm/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar